rieyawindari

Just another WordPress.com site

MASA NIFAS February 1, 2012

Filed under: Kesehatan — rieyawindari @ 12:38 am
Tags:

MASA NIFAS

 

masa nifasmasa nifas

 

 

 

 

    I.                   Pengertian

Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai  setelah plasenta keluar dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama 6 minggu.

 

 

 

  1. II.                 Tujuan
    1. Menjaga kehangatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis
    2. Melaksanakan skrining yang  komprehensif, mengobati, merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayinya.
    3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui, pemberian ASI dan imunisasi pada bayinya.
    4. Memberikan pelayanan keluarga berencana.
  1. III.              Tahapan Masa Nifas

Masa nifas dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

  1. Imediate post partum adalah keadaan yang terjadi setelah persalinan sampai 24 jam setelah persalinan.
  2. Early postpartum adalah keadaan yang terjadi pada puerperium dalam waktu setelah 1 hari sesudah persalinan sampai dengan 7 hari
  3. Late postpartum adalah waktu setelah 1 minggu sesudah persalinan sampai 6 minggu
  1. IV.              Kebijakan Program Nasional Pada Masa Nifas

Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah, mendeteksi serta menangani masalah yang terjadi pada masa nifas :

  1. Kunjungan I

Dilakukan 6-8 jam setelah persalinan :

  1. Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
  2. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk apabila berlanjut
  3. Memberikan konseling kepada ibu dan keluarga untuk mencegah perdarahan akibat atonia uteri
  4. Menjaga bayi tetap hangat dan cara mencegah hipotermi
  5. Kunjungan II

Dilakukan 6 hari setelah persalinan :

  1. Memastikan involusi berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus dibawah umbilicus, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau
  2. Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi dan perdarahan abnormal
  3. Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat.
  4. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit.
  5. Memberikan konseling pada ibu menegenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga, bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari.
  6. Kunjungan III

Dilakukan 2 minggu setelah persalinan. Tujuan sama seperti diatas.

  1. Kunjungan IV

Dilakukan 6 minggu setelah persalinan :

  1. Menanyakan pada ibu tentang kesulitan-kesulitan yang ia alami dan bayi alami
  2. Memberikan konseling KB secara dini
  1. V.                Perubahan Fisiologi Masa Nifas
    1. Uterus

Pengerutan rahim (involusi) merupakan suatu proses kembalinya uterus pada kondisi sebelum hamil.  Perubahan ini dapat diketahui dengan melakukan palpasi untuk merba dimana TFUnya :

-          Pada saat bayi lahir, fundus uteri setinggi pusat dengan berat 1000gram.

-          Pada akhir kala III,TFU teraba 2 jari bawah pusat.

-          Pada 1 minggu post partum, TFU teraba pertengahan pusat symphisis dengan berat  500gram

-          Pada 2 minggu post partum, TFU  diatas symphisis dengan berat 350gram.

-          Pada 6 minggu post partum, TFU mengecil (tidak teraba)  dengan berat 50gram.

  1. Lokhea

Lokhea adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas. Lokhea mengandung darah dan sisa jaringan desidua yang nekrotik dari dalam uterus. Macam- macam lokhea :

  1. Lochia rubra (Cruenta ): berisi darah segar dan sisa – sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, dam mekonium, selama 2 hari post partum.
  2. Lochia Sanguinolenta : berwarna merah kecoklatan berisi darah dan lendir, hari 3 – 7 post partum.
  3. Lochia serosa : berwarna kuning kecoklatan karena mengandung serum, leukosit dan robekan/laserasi plasenta,  pada hari ke 7 – 14 post partum
  4. Lochia alba : cairan putih yang mengandung leukosit, sel desidua, sel epitel, selaput lendit servik dan serabut jaringan yang mati, setelah 2 minggu – 6 minggu post partum
  5. Lochia purulenta : terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk
  6. Perubahan pada servik

Perubahan yang terjadi pada servik ialah bentuk servik agak menganga seperti corong segera setelah bayi lahir. Bentuk ini disebabkan oleh corpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan servik tidak berkontraksi sehingga seolah-olah pada pembatasan antara korpus dan servik berbentuk semacam cincin. Muara servik yang berdilatasi sampai 10cm sewaktu persalinan perlahan mulai menutup . Setelah bayi lahir, tangan dapat masuk ke dalam rongga rahim. Setelah 2jam, hanya dapat dimasuki 2-3hari. Pada minggu ke-6 postpartum, servik sudah menutup kembali.

  1. Vulva dan vagina

Vulva dan vagina mengalami penekanan, serta peregangan yang sangat besar selama proses melahirkan bayi. Setelah 3minggu vulva dan vagina kembali kepada keadaan tidak hamil dan rugae dalam vagina secara berangsur-angsur akan muncul kembali, sementara labia menjadi lebih menonjol.

  1. Perineum

Segera setelah melahirkan, perineum menjadi kendur karena sebelumnya teregang oleh tekanan bayi yang bergerak maju. Pada postpartum hari ke-5 perineum sudah mendapatkan kembali sebagian tonusnya, sekalipun tetap lebih kenndur dalam keadaan sebelum hamil.

  1. Perubahan sistem pencernaan

Biasanya, ibu akan mengalami konstipasi setalah persalinan. Hal ini disebabkan karena pada waktu persalinan, alat pencernaan mengalami tekanan yang menyebabkan kolon menjadi kosong, pengeluaran berlebihan pada waktu persalinan, kurangnya asupan cairan dan makanan serta kurangnya aktivitas tubuh. Supaya buang air besar menjadi normal, dapat diatasi dengan diet tinggi serat, peningkatan asupan cairan dan ambulasi awal. Selain konstipasi ibu juga mengalami anoreksia akibat penurunan dari sekresi kelenjar pencernaan dan mempengaruhi perubahan sekresi serta penurunan kebutuhan kalori yang menyebabkan kurang nafsu makan.

  1. Perubahan sistem perkemihan

Setelah proses persalinan berlangsung, biasanya ibu akan sulit untuk BAK dalam 24 jam pertama. Kemungkinan penyebab keadaan ini adalah terdapat spasme spinkter dan edema leher kandung kemih sesudah bagian ini mengalami kompresi (tekanan) antara kepala janin dan tulanmg pubis selama persalinan berlangsung. Urine dalam jumlah besar akan dihasilkan dalam 12-36jam postpartum. Kadar hormon estrogen yang bersifat menahan air akan mengalami penurunan yang mencolok. Keadaan tersebut disebut diuresis. Ureter yang berdilatasi akan kembali normal dalam 5 minggu.

  1. Perubahan sistem muskuloskletal

Otot-otot uterus berkontraksi setelah persalinan. Pembuluh-pembuluh darah yang berada diantara anyaman otot-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan setelah plasenta dilahirkan. Ligamen-ligamen diafragma pelvis, serta fasia akan meregang pada waktu persalinan, secara berangsur-angsur menjadi otot dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh kebelakang dan menjadi retrofleksi karena ligamentum rotundum menjadi kendor. Stabilisasi secara sempurna terjadi pada 6-8minggu setelah persalinan.

  1. Perubahan sistem endokrin
    1. Hormon plasenta

Hormon plasenta menurun dengan cepat setelah persalinan, HCG menurun dengan cepat dan menetap sampai 10% dalam 3 jam hingga hari ke-7 postpartum.

  1. Hormon pituitary

Prolaktin darah akan meningkat cepat. Pada wanita yang tidak menyusui prolaktin menurun dalam waktu 2minggu.

  1. Hypotalamik pituitary ovarium

Lamanya seorang wanita mendapat haid juga dipengaruhi oleh faktor menyusui. Seringkali menstruasi pertama ini bersifat anovulasi karena rendahnya kadar estrogen dan progesteron.

  1. Kadar estrogen

Setlah persalinan, terjadi penurunan kadar estrogen yang bermakna sehingga aktivitas prolaktin yang juga sedang meningkat dapat mempengaruhi kelenjar mamae dalam menghasilkan ASI.

  1. Perubahan tanda vital
    1. Suhu badan

Dalam sehari (24jam) postpartum, suhu badan akan naik sedikit (37,50C – 380C) sebagai akibat dari kerja keras sewaktu melahirkan kehilangan cairan dan kelelahan. Biasanya pada hari ke-3 suhu badan naik lagi karena adanaya pembentukan ASI. Payudara menjadi bengkak dan berwarna merah karena banyaknya ASI. Bila suhu tidak turun, kemungkinan adanya infeksi pada endometrium atau mastitis.

  1. Nadi

Denyut nadi normal pada orang dewasa adalah 60-80kali/menit. Denyut nadi setelah melahirkan biasanya akan lebih cepat. Setiap denyut nadi yang melebihi 100 kali/menit adalah abnormal dan hal ini menunjukkan kemungkinan infeksi.

  1. Tekanan darah

Tekanan darah biasanya tidak berubah. Kemungkinan tekanan darah akan lebih rendah, setelah ibu melahirkan karena ada perdarahan. Tekanan darah tinggi pada saat postpartum dapat menandakan terjadinya preeklamsi postpartum.

  1. Pernafasan

Keadaan pernafasan selalu berhubungan dengan suhu dan denyut nadi. Bila suhu dan nadi tidak normal maka pernafasan juga akan mengikutinya,  kecuali bila ada gangguan khusus pada saluran pencernaan.

  1. Perubahan sistem kardivaskuler

Perubahan volume darah dalam 3-4minggu setelah persalinan, cardiac output terus menerus meningkat selama kala I dan II persalinan , puncaknya pada puerperium. Cardiac output tetap tinggi untuk beberapa waktu sampai 48jam postpartum dan kembali pda keadaan sebelum hamil dalam waktu 2-3minggu.

  1. Perubahan sistem hematologi

Selama minggu-minggu terakhir kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma, serta faktor-faktor pembekuan darah makin meningkat. Pada hari pertama postpartum kadar fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun tetapi darah akan mengental sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah. Jumlah Hb, hematokrit dan eritrosit sangat bervariasi pada saat awal-awal masa postpartum sebagai akibat dari volume darah, plasenta, tingkat volume darah berubah-ubah. Selama  kelahiran terjadi kehilangan darah sekitar 200-500ml.

  1. VI.              Adaptasi Psikologi Ibu Masa Nifas

Setelah melahirkan ibu mengalami perubahan fisik dan psikologis yang juga mengakibatkan adanya beberapa perubahan dari psikisnya. Tidak mengherankan bila ibu mengalami sedikit perubahan prilaku dan sesekali merasa kerepotan. Masa ini adlah masa rentan dan terbuka untuk bimbingan pembelajaran. Reva Rubin membagi periode ini menjadi 3 bagian, yaitu :

  1. Periode Taking In
    1. Periode ini terjadi 1-2hari sesudah melahirkan. Ibu baru pada umunya pasif dan tergantung, perhatiannya tertuju pada kekhwatirannya pada tubuhnya.
    2. Ia mungkin akan mengulang-ulang  menceritakan pengalamannya waktu melahirkan
    3. Pada tahap ini bidan dapat menjadi pendengar yang baik ketika ibu menceritakan pengalamannya. Berikan juga dukungan moral dan apresiasi atas hasil perjuangan ibu sehingga dapat berhasil melahirkan anaknya.
    4. Periode Taking Hold
      1. Periode ini berlangsung pada hari ke- 2-4 postpartum
      2. Ibu berkonsentrasi pada pengontrolan fungsi tubuhnya, BAK, BAB, serta kekuatan dan ketahanan tubuhnya.
      3. Ibu berusaha keras untuk menguasai ketrampilan perawatan bayi misalnya menggendong, memandikan, memasang popok dan sebagainya.
      4. Tahap ini merupakan waktu yang tepat bagi bidan untuk memberikan bimbingan cara perawatan bayi, namun harus selalu diperhatikan teknik bimbingan jangan sampai menyinggung perasaan atau membuat perasaan ibu tidak nyaman karena ia sangat sensitif.
      5. Periode Letting Go
        1. Periode ini biasa terjadi setelah ibu pulang ke rumah
        2. Ibu mengambil tanggung jawab terhadap perawatan bayi dan ia harus beradaptasi dengan segala kebutuhan bayi yang sangat bergantung padanya.
        3. Depresi postpartum umumnya terjadi pada periode ini.
  1. VII.           Kebutuhan Dasar Ibu Pada Masa Nifas
    1. Kebutuhan gizi ibu menyusui

Pada masa nifas masalah diet perlu mendapat perhatian yang serius karena dengan nutrisi yang baik dapat mempercepat penyembuhan ibu dan sangat mempengaruhi susunan air susu ibu. Ibu menyusui dianjurkan makan-makanan yang mengandung asam lemak omega 3 yang banayak terdapat dalam ikan kakap, tongkol dan lemora. Asam ini akan diubah menjadi DHA yang akan dikeluarkan melalui ASI. Kalsium terdapat pada susu, keju, teri dan kacang-kacangan. Zat besi banyak terdapat pada makanan laut. Vitamin C banyak terdapat pda buah-buahan sperti jeruk, mangga, apel, tomat. Vitamin B1 dan B2 terdapat pada padi, kacang-kacangan, hati, telur, ikan.  Ada beberapa sayuran yang menurut pengalaman masyarakat dapat memperbanyak ASI misalnya sayur daun turi (daun katuk) dan kacang-kacangan. Selain nutrisi, yang tidak kalah penting untuk ibu menyusui adalah cairan (minum). Kebutuhan minimal 3liter sehari, dengan asumsi 1 liter setiap 8jam dalam beberapa kali minum terutama setelah menyusui bayinya.

  1. Ambulasi dini

Ambulasi dini adlah kebijaksanaan untuk sedini mungkin membimbing pasien keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya untuk berjalan. Ambulasi dini tidak dibenarkan pada pasien dengan penyakit anemia, jantung, paru-paru, demam dan keadaan lainnya yang membutuhkan istirahat. Ibu postpartum sudah diperbolehkan bangun dari tempat tidur dalam 24-48 jam postpartum. Adapun keuntungan dari ambulasi dini antara lain :

-          Penderita merasa lebih sehat dan lebih kuat

-          Faal usus dan kandung kemih menjadi lebih baik

-          Memungkinkan bidan untuk memberikan bimbingan kepada ibu mengenai cara perawatan bayi

  1. Eleminasi (BAK/BAB)

Dalam 6jam postpartum pasien harus dapat BAK. Semakin lama untuk tertahan dalam kandung kemih maka dapat mengakibatkan kesulitan pada organ perkemihan misalnya infeksi. Dalam 24 jam pertama, pasien harus dapat BAB karena semakin lama feses tertahan dalam usus maka akan semakin sulit baginya BAB secara lancar.

  1. Kebersihan diri

Beberapa langkah penting dalam perawatan kebersihan diri ibu postpartum antara lain:

  1. Jaga kebersihan seluruh tubuh untuk mencegah infeksi dan alergi kulit pada bayi.
  2. Membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air.
  3. Mengganti pembalut setiap kali darah sudah penuh atau minimal 2 kali sehari.
  4. Mencuci tangan dengan sabun dan air setiap kali membersihkan daerah kemaluan
  5. Jika mempunyai luka episiotomi, hindari untuk menyentuh daerah luka.
  6. Istirahat

Ibu postpartum membutuhkan istirahat yang berkualitas untuk memulihkan kembali fisiknya, kurang istirahat pada ibu postpartum akan mengakibatkan beberapa kerugian, misalnya :

  1. Mengurangi ASI yang diproduksi
  2. Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan
  3. Menyebabkan depresi dan ketidaknyamanan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri
  4. Seksual

Secara fisik, aman untuk melakukan hubungan seksual begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa ada rasa nyeri. Banyak budaya dan agama melarang untuk melakukan hubungan seksual sampai waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah kelahiran.

  1. Latihan/senam nifas
    1. Diskusikan pentingnya mengembalikan otot-otot perut dan panggul kembali normal, ibu akan lebih kuat dan hal ini menyebabkan otot perutnya menjadi kuat.
    2. Jelaskan bahwa latihan tertentu beberapa menit setiap hari sangat membantu seperti :

-            Dengan tidur terlentang dimana lengan disamping, menarik otot perut selagi menarik nafas, tahan nafas kedalam dan angkat dagu ke dada tahan 1-2 hitungan rileks dan ulangi 10 kali.

-            Untuk memperkuat tonus otot vagina dengan senam kegel.

  1. Berdiri dengan tungkai dirapatkan, kencangkan otot-otot, pantat dan panggul ditahan sampai 5 hitungan dikendurkan dan ulangi latihan sebanyak 5 kali mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap gerakan, setiap minggu naikkan jumlah latihan 5 kali lebih banyak. Pada minggu ke-6 setelah persalinan ibu harus mengerjakan setiap gerakan sebanyak 20 kali.
  1. VIII.         Tanda Bahaya Masa Nifas
    1. Perdarahan vagina yang luar biasa dan tiba- tiba bertambah banayak (lebih dari haid sampai 2 kali ganti pembalut dalam waktu ½ jam).
    2. Pengeluaran pervaginam yang berbau busuk
    3. Rasa sakit dibagian bawah abdomen dan punggung
    4. Rasa sakit kepala yang terus menerus atau malah penglihatan dan nyeri ulu hati.
    5. Pembengkakan di muka dan ekstremitas
    6. Demam, rasa sakit waktu buang air kecil
    7. Payudara yang berubah menjadi merah, panas dan nyeri
    8. Kehilangan nafsu makan yang lama
    9. Merasa sangat sedih dan tidak mampu mengasuh sendiri bayinya atau diri sendiri
    10. Merasa sangat letih atau nafas terengah-engah.
  1. IX.              Masalah – Masalah Yang Terjadi Pada Masa Nifas Dan Penanganannya
    1. Nyeri pada luka perineum

Ciri-ciri :

Perineum akan terasa nyeri pada hari ke-6 ketika pasokan darah kearah tersebut pulih kembali kalau perineum membengkak maka jahitan akan terasa nyeri.

Penanganan :

- anjurkan ibu berbaring pada posisi miring

- teknik relaksasi

- lakukan kompresi air dingin

  1. Demam pasca persalinan

Yaitu infeksi pada ibu nifas pasca melahirkan karena infeksi traktus genitalis, demam dengan suhu tubuh ≥ 380C yang terjadi antara hari ke- 2-10 postpartum.

Penanganan :

-          Istirahat baring

-          Rehidrasi peroral/ infus

-          Kompres untuk menurunkan suhu

  1. Nyeri setelah melahirkan (after paints)
    1. Nyeri mencengkram dibagian bawah perut oleh karena kontraksi dan relaksasi terus menerus
    2. Nyeri terjadi pada hari ke- 3-4 dan biasanya berkurang intensitasnya pada hari ke-8 persalinan.

Penanganan:

-          Berikan dorongan untuk melakukan teknik relaksasi dini

-          Berikan kompres dingin pada perineum

  1. Puting susu lecet

Pada keadaan ini sering kali seorang ibu menghentikan menyusui karena puting.

Penanganan:

-          Tetap memeberikan ASI pada luka yang tidak sakit

-          Olesi puting dengan ASI sebelum dan sesudah menyusui

-          Cuci payudara sekali saja dalam sehari dan tidak dibenarkan menggunakan sabun

  1. Payudara bengkak

Ciri-ciri :

Edema pada payudara, pasien merasakan sakit, puting susu kencang, kulit mengkilat walau tidak merah, ASI tidak akan keluar bila diperiksa / dihisap dan badan demam setelah 24jam.

Penanganan :

-          Kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit

-          Pijat leher dan punggung belakang (sejajar daerah payudara ) menggunakan ibu jari dengan teknik gerakan memutar searah jarum jam kurang lebih 3 menit.

-          Belai dengan lembut kedua payudara menggunakan minyak kelapa

-          Kompres dingin dan hangat untuk mengurangi edema

-          Pakai BH yang menyangga payudara dengan baik

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.